Table Top Exercise dalam rangka Koordinasi Kesiapsiagaan Erupsi Gunungapi Gamalama 28-29 Januari 201

Wilayah Indonesia dengan keberagaman aspek fisik dan sosial budayanya berpotensi terjadi bencana jika lingkungannya tidak dikelola dengan baik. Untuk itu penting membangun kerjasama dengan berbagai pihak yang bersifat multi-disiplin dalam menghadapi perubahan-perubahan yang dinamis. Selain itu juga, perlu komitmen untuk membangun budaya sadar bencana dan kepekaan terhadap perubahan lingkungan. Dengan memperkuat pilar kerjasama multi pihak dalam pengurangan risiko bencana, maka suatu wilayah akan menjadi tangguh terhadap ancaman (bencana).

Pulau Ternate merupakan salah satu kepulauan di Indonesia Timur yang memiliki ancaman terhadap Gunungapi Gamalama. Sistem peringatan dini dan sistem komando tanggap darurat yang telah berjalan dirasakan perlu untuk disempurnakan lagi oleh pihak-pihak terkait. Semua institusi dalam pemerintahan dan non-pemerintah harus siap mengalokasikan sumberdaya yang tersedia guna mengurangi risiko bencana. Komunikasi dan koordinasi dalam penanganan bencana perlu terus menerus dibangun dengan melibatkan semua elemen terkait.

Pemerintah Kota Ternate melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berupaya meningkatkan kemampuan sumberdaya yang dimilikinya untuk membangun komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak agar siap menghadapi ancaman bencana. Bekerjasama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta melalui program CaRED (Community Resilience and Econommic Development) yang didukung oleh New Zealand aid, BPBD Kota Ternate dan Universitas Khairun (Unkhair) Ternate melakukan gladi ruang atau Table Top Exercise (TTX) yang bertema "Peningkatan Koordinasi Kesiapsiagaan Darurat Erupsi Gunungapi Gamalama" pada tanggal 28-29 Januari 2016 bertempat di Executive Room Bahari Berkesan Kantor Walikota Ternate. Table Top Exercise (TTX) adalah latihan melibatkan personil kunci membahas praduga skenario dalam suasana informal untuk menilai kecukupan rencana, kebijakan, prosedur, pelatihan, sumber daya, dan keterkaitan atau perjanjian yang mengarahkan upaya pencegahan, respon, dan pemulihan dari kejadian bencana. Tim UGM Yogyakarta diwakili oleh Dr. Estuning Tyas Wulan Mei, Dr.  Hatma Suryatmojo, dan Dr. Bevaola Kusumasari. Tim Unkhair diwakili oleh Rohima Wahyu Ningrum, M.Sc dan Vrita Tri Aryuni, M.Sc.dari Pusat Studi Bencana Unkhair.

Kegiatan TTX melibatkan berbagai instansi terkait, antara lain Disnakersos, Bakesbangpol dan Linmas, Dinkes, Diknas, TNI, POLRI, Damkar, Basarnas, BPM, Dinas Perkebunan Pertanian, Dishubkominfo, Bappeda, BMKG, Sekretariat DPRD, dan PMI. Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Kota Ternate yang merupakan ex-officio BPBD, didampingi oleh Kalak BPBD, dan Wakil Rektor IV Universitas Khairun. Kegiatan yang dihadiri sekitar 20 peserta, enam diantaranya adalah perempuan, mendatangkan narasumber dari BPBD Daerah Istimewa Yogyakarta, Bapak Danang Samsurizal, ST. Institusi/lembaga yang mengikuti TTX mengatakan bahwa kegiatan ini bermanfaat bagi mereka dalam upaya meningkatkan pemahaman peran dan koordinasi berbagai elemen untuk kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana Gunungapi Gamalama sehingga terwujud Pulau Ternate Tangguh.

Comments


Komentar :

Write A Comment

(Masukkan 6 kode diatas)

 

Disaster Risk Reduction and Climate Change Adaptation Strategies

Indonesian archipelago is located on the meeting point of three tectonic plates, they are...

Continue Reading »

Table Top Exercise dalam rangka Koordinasi Kesiapsiagaan Erupsi Gunungapi Gamalama 28-29 Januari 201

Wilayah Indonesia dengan keberagaman aspek fisik dan sosial budayanya berpotensi terjadi bencana...

Continue Reading »

SMALL ISLAND DISASTER RISK REDUCTION WORKSHOP Ternate, 9 10 Juni 2015

Bencana (disaster) merupakan fenomena sosial akibat kolektif atas komponen bahaya (hazard) yang...

Continue Reading »

Quick Banner







Inteligula congue id elis donec sce sagittis intes id laoreet aenean. Massawisi condisse leo sem ac tincidunt nibh quis dui fauctor et donecnibh elis velit @name - 10:15 AM yesterday